Richard Tampoe
Dari hati, dengan segenap kasih dan cinta...
Senin, 24 Oktober 2011
Jaringan abal-abal, perut makin lapar...
Kekesalanku kembali memuncak sore ini. Ya, rasa kesal yang berkepanjangan terhadap salah satu operator seluler di negeri ini. Bagaimana nggak kesel, disaat perut keroncongan tiba-tiba aku tidak bisa telepon makanan di tempat aku bayar makan tiap bulannya. Ditengah perut yang keroncongan ini, aku hanya berpikir setelah 66 tahun Indonesia merdeka, kok pelayanan telekomunikasi dinegeri ini masih begini. Akhhhh, andai saja aku jadi President yah???? Lho???? Apa hubungannya??? Bodoh akh...mendingan aku makan dulu...Lho??? Makanan kan belum diantar??? Nasib...Nasib...
Minggu, 23 Oktober 2011
Aku mencintaimu Perempuanku...
aku hanya ingin kamu mengerti, setiap hembusan kalimat yang terucap, berawal dari teriakan hatiku, hingga menuntun jemariku untuk menulis kata-kata yang mungkin berarti buatmu, Aku ingin kamu tau, apa yang ingin disampaikan hati seorang manusia pertama yang diciptakan olehNya, pemilik roh dan jiwa ini.
Sesaat aku tersadar dari buaian.
Ahk… ( aku jatuh dari tempatku menulis dan menatap langit-langit kamarku ) apa yang terjadi padaku?? apa tulisan ini… Ahkkk…. ( sesaat aku terbangun dari otakku yang keras ini dan kulanjutkan…)
Suara detik berputar menyusuri masa. Aroma lilin terbakar menenangkan pikiranku, sebagaimana kejutan bulan dari balik awan, hingga kuterpesona menatapnya.
Tersadar bahwa aku adalah Adam, berteman kertas dan pena, layaknya pohon merindukan bisikan angin. Terlihat memang terik panas matahari membakar kulitnya.
Tidak aku kira dan aku sangka hati kerasku, hanya karena senyuman dan hangatnya tawamu dapat mencair dan aku jatuh ke dalam alurmu.
Ku pegang gambar tubuhmu, layaknya seorang Bohemian yang menemukan kebebasan abadinya. Dan aku juga membayangkan bilamana di suatu masa dengan dirimu, damai, penuh dengan kasih putih dan kuajak kau mengelilingi bumi ini, atau perlu sejagad raya ini, agar semuanya tahu, bahwa kau tercipta hanya untukku.
Setiap kata, kalimat bahkan setiap lembaran yang kutulis ini adalah tentang suara hatiku yang sudah tak tahan lagi untuk menahan rasa cinta kepadamu.
Rasanya memang hatiku dan aku mencintaimu Hawa.
Dedicated for my lova Rien Riskhielin
Langganan:
Postingan (Atom)

